Kanker Tulang

Kanker tulang sebenarnya mirip jenis kanker lain, yaitu pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Jika dilihat dari asal sel, kanker tulang bisa dibagi menjadi kanker primer dan sekunder. Kanker tulang primer adalah kanker yang berasal dari sel tulang itu sendiri. Kanker tulang sekunder adalah merupakan efek penyebaran kanker dari organ lain seperti payudara, paru-paru dan prostat.

Jenis kanker tulang yang paling banyak terjadi adalah osteosakroma yakni kanker yang menyerang ketika seseorang berusia belasan tahun. Selain osteosarkoma, ada kanker tulang jenis Ewing’s sarkoma yang umum terjadi pada dekade ketiga kehidupan. Pdaa dekade keempat, ada chondrosarkoma. Kalau sudah usia lanjut yakni dekade keenam yang sering menyerang adalah kanker tulang sekunder.

Kanker tulang juga dibagi menjadi yang jinak dan ganas. Yang jinak memang awal pertumbuhannya cepat, tetapi ada tahap tertentu akan berhenti. Sedangkan yang ganas mempunyai kemampuan untuk menyebar ke tempat lain.

Prevalensi kanker tulang memang tidak sebanyak jenis kanker lain. Belum ada angka pasti berapa jumlah penderita kanker tulang per tahun di Indonesia. Namun, sebagai gambaran di Amerika Serikat kanker tulang dalam setahun sekitar 2.000 kasus, sedangkan kanker paru bisa mencapai 165.000. dapat dilihat dari perbanfingan tersebut bahwa secara jumlah, penderita kanker tulang masih terbilang kecil. Tetapi yang menjadi masalah adalah bahwa sebagian besar penderita kanker tulang datang ke dokter dalam kondisi sudah stadium lanjut. Jarang sekali yang masih terlokalisir atau pada stadium awal.

Prevalensi berdasarkan literatur menunjukkan bahwa jenis kanker tulang sekunder lebih banyak. Namun untuk di beberapa daerah di Indonesia, justru kanker tulang primer yang lebih mendominasi. Hal ini disebabkan karen banyak pasien yang datang untuk berkonsultasi ke orthopaedi tapi ke onkologi.

Problem utama dalam kanker tulang adalah pasien baru datang ke dokter setelah penyakit sudah parah. Banyak yang telat datang ke dokter karena faktor edukasi masih kurang. Jadi, semua nyeri dinaggap sebagai keseleo biasa sehingga banyak yang datang ke dukun urut.

Gejala khas kanker tulang adalah nyeri luar biasa yang semakin lama semakin hebat dan progresivitas pembengkakan dan benjolan dalam waktu singkat. Di tempat terjadinya tumor timbul pembengkakan yang terasa hangat karena banyak pembuluh darah yang mensuplai makanan ke organ tersebut, sehingga aliran darah banyak terdapat di sana.

Kanker tulang primer dan sekunder masing-masing memiliki predisposisi. Kanker tulang primer paling banyak terjadi di daerah lutut dan bahu, sedangkan kanker tulang jenis chondrosarkoma biasanya sampai ke paru-paru atau ke tulang panggul. Sementara itu, kanker tulang sekunder tergantung pada wilayah organ kanker utamanya karena dia memiliki jalur sendiri.

Yang perlu diawasi adalah kanker tulang osteosarkoma, karena jenis kanker yang satu ini tergolong ganas, bersifat sistemk dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Kanker ini terutama menyerang tulang-tulang panjang yakni di dekat bahu. Biasanya, kanker osteosarkoma terjadi di usia muda, yakni pasien berusia 10-20 tahun.

Posted in Kanker Tulang | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Tulang Belakang

Tulang belakang adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut vertebrata atau ruas tulang belakang. Di antara tiap dua ruas tulang pada tulang belakang terdapat bantalan tulang rawan. Panjangan rangkaian tulang belakang pada orang dewasa dapat mencapai 57-67 cm. Seluruhnya terdapat 33 ruas tulang, 24 buah di antaranya adalah tulang-tulang terpisah dan 9 ruas sisanya bergabung membentuk 2 tulang.

Terdapat 33 tulang dengan bentuk tidak beraturan pada tulang bekakang. Ruas-ruas tulang belakang dihubungkan satu sama lain oleh sendi yang sangat kecil. Sendi tersebut memungkinkan gerakan dan memberikan stabilitas pada tulang belakang. Di antara ruas-ruas tulang belakang terdapat bantalan tulang rawan yang bekerjan sebagai peredam kejut.

Tulang belakang yang sehat adalah tulang belakang yang sehat dan lentur mampu menekuk ke belakang dan ke depan, serta mampu berputar dari sisi yang satu ke sisi yang lain. Tulang belakang juga sering mengalami suatu gangguan kesehatan akibat dari pergerakan yang sering kita lakukan, namun terkadang gerakan tubuh yang kita lakukan sering terjadi suatu kesalahan yang pada akhirnya melukai tulang belakang.

Mungkin sebagian besar orang merasa aneh ketika mendengar kanker tulang belakang. Memang kasus terjadinya kanker tulang belakang sangat jarang ditemui. Namun, kanker tulang yang sering terjadi adalah metastasis yakni kanker yang berasal dari bagian lain anggota tubuh yang kemudian menyebar hingga ke bagian tulang belakang.

Ketika metastasis yang menyerang beberapa bagian tulang kemudian menyebar ke bagian tulang belakang dan lama-kelamaan melumpuhkan satu atau lebih dari anggota tulang belakang lainnya. Kanker tulang belakang memang jarang terjadi, jika terjadi angka penderita kanker tulang belakang sangatlah sedikit.

Umumnya mereka yang memiliki risiko terhadap kanker tulang belakang adalah mereka yang sehari-hari bekerja memnaggul atau memikul suatu beban berat di punggung belakang yang lama kelamaan dapat membuat struktur tulang menjadi rapuh dilatar belakangi oleh usia dan riwayata suatu penyakit.

Beberapa pendapat mengungkap bahwa kanker tulang belakang terjadi akibat adnaya suatu penyakit yang didahului atau diderit sebelumnya oleh penderita kanker tulang belakang, seperti osteoporosis, parkinson dan kesalahan pada susunan tulang (kelainan dari sejak lahir). Kanker tulang belakang pada umumnya terjadi pada mereka yang berusia lanjut terutama pada pria akibat penurunan hormon tubuh dan kemampuan tulang yang semakin lama semakin mengalami pengapuran.

Seseorang yang menderita kanker tulang belakang umumnya akan mengalami suatu gejala seperti :

1. Tubuh terasa lemah

Mereka yang menderita kanker tulang belakang pada umumnya akan mengalami suatu kelemahan tubuh akibat adanya peradangan pada tulang. Kelemahan tubuh ini dapat mengakibatkan tangan atau kaki tidak dapat merespon dengan baik untuk meraih sesuatu atau melangkah.

2. Kepekaan berkurang

Kanker tulang belakang juga dapat mengakibatkan kepekaan berkurang akibat suatu peradangan atau infeksi di bagian tulang belakang.

3. Kelumpuhan

Penderita yang terlambat menyadari akan adanya kanker tulang belakang yang diderita akan menyebabkan kelumpuhan tubuh seperti penyakit stroke. Secara perlahan kelumpuhan tubuh akan mulai dirasakan pada beberapa anggota badan atau sebagian anggota badan.

Posted in Kanker Tulang | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Sumsum Tulang Belakang

Tumor tulang dapat bersifat kanker atau benigna. Kanker tulang dapat terjadi sebagai penyakit primer (yang beradal dari tulang) atau lebih sering terjadi akibat metastasis dari tumor lain. Kanker tulang primer dapat berawal di setiap sel tulang. Kanker sumsum tulang menyebabkan leukemia atau mieloma. Kanker primer osteoblas atau osteosit disebut sarkoma osteogenik. Sarkoma ostegenik sering terjadi pada tulang panjang terutam femur (paha) atau di lutut. Kanker kartilago disebut kondrosarkoma. Kondrosarkoma biasanya terjadi di femur atau panggul.

Gambaran klinis kanker sumsum tulang :

- Nyeri yang berkaitan dengan inflamasi disertai pembengkakan di dalam dan sekitar tulang.

- Fraktur patologis

Perangkat diagnostik dari kanker sumsum tulang:

- MRI akan menindetifikasi tumor tulang
- Biopsi tulang akan mengindetifikasi neoplasma dan jaringan yang terlibat

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat kanker sumsum tulang :

- Amputasi ekstremitas sering terjadi
- Ansietas, ketakutan dan stres keluarga sering menyertai diagnosisi kanker, terutama jika terjadi pada anak-anak

Penatalaksanaan dari kanker sumsum tulang :

- Reseksi bagian tulang yang sakit dapat memungkinkan terapi kanker yang berhasil tanpa amputasi.
- Amputasi ekstremitas mungkin diperlukan
- Kemoterapi diberikan
- Kanker sumsum tulang diatasi dengan kemoterapi dan radiasi

Kanker sumsum tulang belakang merupakan jenis kanker tulang yang sering terjadi dan dialami oleh banya orang terutama ketika memasuki usia lanjut. Kerusakan sumsum tulang bekakang yang sering kali disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas adalah cedera serius yang dapat berakibat menyeluruh atau sebagian. Cacat yang diderita tergantung dari parahnya cedera. Apabila cedera itu mengenai daerah servikal pada lengan, badan dan tungkai, maka penderita itu tidak tertolong. Apabila saraf frenikus tidak terserang cedera, mak diafragma mungkin tidak terserang. Sebaliknya bila saraf frenikus terserang, maka dibutuhkan pernapasan buatan, sebelum alat pernapasan mekanik dapat digunakan.

Sumsum tulang belakang yang terputus pada daerah torakal dan lumbal mengakibatkan (pada daerah torakal) paralisis beberapa otot interkostal, parasilis pada abdomen dan otot-otot pada kedua anggota gerak bawah, serta paralisis sfinker pada ureta dan rektum. Simpton serupa dapat timbul pada setiap keadaan di mana sumsum tulang belakang terserang seperti tekanan oleh tumor atau pada penyakit neruologik seperti sklerosis multipel.

Cedera pada urat saraf tepi dapat disebabkan karena adanya tekanan pada sebuah akar saraf atau beberapa akar saraf yang menyebabkan timbulnya peradangan (radikulitis). Sementara itu suatu gangguan pada sumsum tulang belakang, mungkin saja disebabkan oleh: cedera pada diskus intervertebralis, spondilosis, tumor ataupun fraktur tulang belakang.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Pengobatan Kanker Tulang

Kanker tulang yang menyerang bagian sel tulang itu sendiri umumnya diawali dengan gejala nyeri yang cukup konsisten dan berlangsung selama 1-2 minggu, segera periksakan diri ke dokter. jangan menunggu sampai ada bengkak dan benjolan. Pembengakakan dalam tempo 2-3 bulan sudah termasuk cepat. Itu asumsi adanya tumor ganas.

Tak jarang pula pasien mengalami trauma seperti jatuh. Pada salah satu contoh kasus kanker tulang yang terjadi pada anak usia 14 tahun yang datang ke dokter dengan keluhan kondisi tulang patah akibat bermain bola, lalu dioperasi seperti biasa. Tapi setelah beberapa bulan, ia kembali lagi dengan bengkak yang lebih besar. Setelah diperhatikan, foto rontgen pertamanya memang sudah ada gambaran tumor di tulangnya. Trauma hanya pemicu.

Artinya, bisa saja patah tulang patologis karena kanker sudah mengerogoti tulang sehingga tulah jadi rapuh. Lantas, saat beraktivitas seperti bermain bola, anak tersebut jatuh dan patah tulangnya. Trauma hanya faktor pemicu karena sebenarnya sudah ada keganasan.

Apa yang menyebabkan sel-sel kanker membelah begitu cepat?

Sebetulnya bila pasien mewaspadai gejala dan datang ke dokter lebih awal, hasilnya akan bagus. Datanglah ke pusat layanan kesehatan atau konsultasikan ke ahli orthopaedi untuk memastikan bahwa nyeri dan pembengkakan yang dialami adalah jenis kanker atau bukan. Setalah yakin, baru ikuti prosedur terapi medisnya.

Jangan pernah ke tukang urut atau pengobatan alternatif, karena pengobatan alternatif seperti urut, herbal atau dipanaskan justru memacu pertumbuhan sek kanker, sehingga dalam waktu singkat sel kanker akan bertambah banyak dan menyebar. Terlebih untuk osteosarkoma yang memiliki potensi lebih dari 25% dalam waktu singkat untuk menyebar ke tulang lain dan ke organ lain, seperti paru-paru.

Dan, karena pertumbuhan kanker yang cepat, tak jarang pasien harus diamputasi. Tindakan amputasi bukan sebagai kegagalan terapi, tetapi memang menjadi pilihan yang tidak terhindarkan manakala tidak ada lagi yang bisa diselamatkan.

Prinsipnya, penanganan kanker tulang harus lintas disiplin. Jadi tidak hanya orthopaedi tapi juga ilmu kedokteran lain. Begitu juga penatalaksanaannya, harus dikombinasikan dengan terapi yang ada, seperti kemoterapi, radioterapi, pembedahan, serta kontrol untuk penyakit sistemiknya.

Mirip penanganan kanker lain, tindakan untuk kanker tulang biasanya mencakup kemoterapi, bedah dan kemoterapi lagi. Sementara, masyarakat masih banyak takut dengan efek kemoterapi, meski sebenarnya secara umum prosedur ini bisa dilewati dengan baik. memang, ada efek tidak nyaman, tapi hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan tidal dilakukan kemoterapi.

Penting untuk ditekankan bahwa tindakan bedah saat ini sudah ditunjang dengan tekonologi canggih. Umumnya, jika datang lebih awal, kaki paisen yang terkena kanker tulang masih bisa diselamatkan. Faktor yang juga menggembirakan adalah jaminan kesehatan oleh negara, sehingga ini bisa meringankan pasien. Sekali lagi, dengan catatan ia datang lebih awal, agar kondisinya lebih mudah ditangani dan pasien masih bisa disembuhkan.

Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, maka pencegahan penyakit kanker tulang ini juga belum diketahui. Yang penting selalu waspadai gejala-gejala yang tidak umum, dan jalanilah gaya hidup yang sehat agar tubuh punya mekanisme imunitas yang baik.

Posted in Kanker Tulang | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Kanker Tulang

Hal pertama yang dilakukan dokter biasanya menanyakan sejarah medis yang komplit. Hasil interogasi ini akan memberikan dokter petunjuk-petunjuk pada diagnosis penderita. Beberapa tipe kanker sangatlah umum pada orang-orang jika mereka mempunyai anggota-anggota keluarga dekat yang telah mempunyai tipe kaker tersebut.

Langkah berikutnya adalah pemeriksaan fisik yang lengkap untuk menemukan penyebab dari gejala-gejala penyakit penderita. Dokter kemudian akan memesan beberapa hasil pencitraan sinar X sederhana. Selain itu, CT Scan juga dapat memberikan gambaran potongan melintang dari tulang-tulang Anda.

MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah tes lebih maju lainnya yang dapat pula menyediakan gambar potongan melintang dari tubuh penderita. MRI menyediakan rincian yang lebih baik dari jaringan-jaringan lunak, termasuk otot, tendon, ligament, saraf dan pembuluh darah.

Adapun pemindaian tulang adalah tes yang mengidentifikasi area-area dari tulang yang tumbuh atau berubah bentuk secara cepat. Pemindaian tulang sering diambil dari seluruh tubuh. Tes ini dilakuan untuk melihat area-area lain yang mungkin mengalami atau teridentifikasi kanker.

Jika suatu tumor sudah teridentifikasi, dokter akan menggunakan semua informasi dari sejarah dan pemeriksaan fisik bersama hasil studi laboratorium dan pencitraan untuk memasang suatu daftar dari kemungkinan penyebab-penyebabnya. Dokter juga mendapatkan contoh biopsy dari tumor. Biopsy dilakukan suatu jarum kecil atau suatu sayatan kecil.

Efek Samping dari Perawatan Kanker Tulang

Ada banyak metode yang berbeda-beda tersedia bagi dokter dalam merawat kanker tulang. Perawatan terbaik didasarkan pada tipe dari kanker tulang, lokasi kanker, berapa agresifnya kanker, dan apakah sudah atau belum suatu kanker menyerang jaringan-jaringan yang mengelilinginya atau yang berjauhan. Ada tiga tipe-tipe utama dari perawatan untuk kanker tulang : operasi, kemoterapi dan terapi radiasi. Perawatan ini dapat digunakan secara sendiri-sendiri atau digabungkan dengan lainnya.

1. Operasi

Operasi sering digunakan untuk merawat kanker tulang. Tujuannya adalah untuk mengangkat seluruh tumor dan lokasi yang mengelilinginya dari tulang-tulang yang normal. Setelah tumor diangkat, seorang ahli patologi mengujinya untuk menentukan apakah ada tulang normal yang sepenuhnya mengelilingi tumor. Jika suatu bagian kecil dari kanker ditinggalkan bagian itu dapat berlanjut tumbuh dan menyebar sehingga memerlukan perawatan lebih jauh.

Dulu, amputasi sering digunakan untuk mengangkat kanker tulang. Namun, kini teknik-teknik yang lebih baru sudah mampu mengurangi pilihan untuk amputasi. Dalam banyak kasus, tumor dapat diangkat dengan suatu lingkar dari tulang yang normal tanpa keperluan untuk amputasi. Ahli bedah akan menggantikan sesuatu pada lokasinya, tergantung jumlah tulang yang diangkat.

Untuk area-area yang lebih kecil, mungkin semen tulang atau suatu cangkok tulang dari tempat lain di tubuh penderita atau dari bank tulang akan dilakukan. Untuk area-area yang lebih besar, ahli bedah mungkin menempatkan cangkok-cangkok yang lebih besar dari bank tulang atau implant metal. Beberapa dari implant metal ini mempunyai kemampuan untuk memanjang ketika digunakan pada anak-anak yang sedang tumbuh.

Resiko utama yang terjadi ketika operasi menjadi pilihan dari perawatan adalah terjadinya infeksi, kekambuhan dari kanker, dan luka pada jaringan-jaringan yang mengelilinginya. Untuk mengangkat seluruh kanker dan mengurangi resiko kekambuhan, beberapa jaringan normal yang mengelilinginya harus juga diangkat. Pengangkatan ini tergantung pada lokasi dari kanker dan mungkin memerlukan pengangkatan yang lebih banyak, baik itu tulang yang terkena kanker, otot, syaraf-syaraf ataupun pembuluh-pembuluh darah.

Pengangkatan ini dapat menyebabkan kelemahan, kehilangan sensasi, dan resiko dari patah tulang atau patah tulang dari tulang yang tersisa. Penderita dapat dirujuk pada seorang ahli rehabilitasi untuk terapi fisik setelah operasi dilakukan untuk mencoba memperbaiki kekuatan dan fungsi tulang Anda.

2. Kemoterapi

Anda mungkin dirujuk pada seorang ahli kanker medis (oncologist) untuk kemoterapi. Cara ini merupakan penggunaan dari beragam obat-obatan yang berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan dari sel-sel kanker. Kemoterapi dapat digunakan sebelum operasi untuk mencoba menyusutkan tumor tulang sehingga membuat operasi lebih mudah. Kemoterapi dapat juga digunakan setelah operasi untuk mencoba membunuh sel-sel kanker yang tersisa yang ditinggalkan setelah operasi.

Kemoterapi menggunakan obat-obat yang sangat kuat untuk mencoba membunuh sel-sel kanker. Sayangnya, beberapa sel-sel normal juga terbunuh dalam prosesnya. Obat-obat dirancang untuk membunuh sel-sel yang membelah atau tumbuh secara cepat. Sel-sel normal yang sering terpengaruh adalah rambut, sel-sel pembentukan darah, dan sel-sel pelapis system pencernaan.

Efek samping dari pilihan perawatan ini adalah mual dan muntah, kehilangan rambut, infeksi, dan kelelahan. Untungnya, efek samping ini biasanya hilang setelah kemoterapi selesai. Nutrisi yang baik adalah penting untuk tubuh penderita dalam rangka melawan kanker. Penderita mungkin dirujuk pada ahli nutrisi untuk membantu, terutama jika penderita mengalami mual dan kehilangan nafsu makan.

3. Terapi Radiasi

Penderita dapat juga dirujuk pada seorang ahli radiasi kanker untuk terapi radiasi. Terapi radiasi menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang ditujukan pada tempat dari kanker untuk mencoba membunuh sel-sel kanker. Perawatan ini diberikan dalam dosis-dosis kecil setiap hari melalui suatu periode waktu dari berhari-hari sampai berbulan-bulan. Efek samping utama dari terapi radiasi, termasuk kelelahan kehilangan nafsu makan, dan kerusakan pada kulit dan jaringan-jaringan lunak sekelilingnya. Terapi radiasi sebelumnya dapat juga meningkatkan resiko persoalan-persoalan luka dari operasi pada area yang sama

Posted in Kanker Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis – Jenis Kanker Tulang

Kanker tulang muncul karena adanya masalah dengan sel-sel yang membentuk tulang. Setiap tahun, lebih dari 2.000 orang di AS didiagnosis terjangkit tumor tulang.

Tumor tulang umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja, jarang dialami oleh orang dewasa. Kanker yang melibatkan tulang pada orang dewasa bisa terjadi akibat penyebaran dari tumor yang lain.

Kanker Tulang dan Penampakan kanker tulang

Adapun tipe-tipe kanker tulang antara lain :

1. Osteosarcoma.  Ini adalah kanker tulang ganas yang paling umum. Kanker ini umumnya menyerang laki-laki yang berumur 10-25 tahun, tapi jarang menyerang orang yang lebih tua. Osteosarcoma sering terjadi pada tulang-tulang yang panjang dari lengan dan kaki di area-area pertumbuhan yang cepat di sekitar lutut dan bahu anak-anak. Tipe ini sering sangat agresif dengan resiko penyebaran ke paru-paru. Penderita osteosarcoma memiliki angka kelangsungan hidup lima tahun sebesar kira-kira 65 persen.

2. Ewing’s sarcoma. Jenis ini adalah tumor tulang paling agresif dan menyerang orang-orang yang lebih muda dengan kisaran umur 4-15 tahun. Kanker ini umumnya dialami oleh laki-laki dan sangat jarang diderita oleh orang-orang yang berumur lebih dari 30 tahun. Ewing’s sarcoma umumnya terjadi pada pertengahan dari tulang-tulang di lengan dan kaki. Penderitanya memiliki angka kelangsungan hidup tiga tahun sebesar kira-kira 65 persen. Angka ini akan jauh lebih rendah jika kanker menyebar ke paru-paru atau ke jaringan-jaringan lain di dalam tubuh.

3. Chondrosarcoma. Jenis ini adalah tumor tulang yang paling umum dan bertanggung jawab pada kira-kira 25 persen dari semua tumor tulang yang ganas. Tumor-tumor ini muncul dari sel-sel tulang rawan (cartilage cells) dan bisa tumbuh sangat agresif ataupun relative perlahan. Tidak seperti tumor-tumor tulang lainnya, chondrosarcoma umumnya menyerang orang-orang yang berumur 40 tahun. Yang diserang umumnya adalah laki-laki dan dapat secara potensial menyebar ke paru-paru serta simpul-simpul getah bening. Chondrosarcoma memengaruhi tulang pinggul. Penderitanya memiliki angka kelangsungan hidup lima tahun untuk bentuk yang agresif sebesar 30 persen. Sedangkan, angka kelangsungan hidup untuk tumor yang tumbuhnya perlahan adalahh 90 persen.

4. Malignant Fibrous Histiocytoma (MFH). Tipe ini memengaruhi jaringan-jaringan lunak, termasuk otot, ligament, tendon, dan lemak. MFH merupakan keganasan jaringan lunak yang umumnya terjadi pada kehidupan dewasa, biasanya menyerang orang-orang yang berumur 50-60tahun. MFH juga umumnya mempengaruhi anggota-anggota tubuh seperti kaki dan tangan. Serangan itu diperkirakan dua kali lebih umum pada laki-laki daripada perempuan. MFH mempunyai suatu batasan yang lebar dari keparahan. Angka kelangsungan hidup keseluruhan adalah 35-60 persen.

5. Fibrosarcoma. Tipe ini lebih jarang dibandingkan tumor-tumor tulang lainnya. Tipe ini umumnya terjadi pada orang-orang yang berumur 35-55 tahun. Fibrosarcoma juga mempengaruhi jaringan-jaringan lunak dari kaki di belakang lutut. Sedikit lebih umum pada laki-laki daripada perempuan.

6. Chordoma. Tumor ini sangat jarang dengan kelangsungan hidup rata-rata dari kira-kira enam tahun setelah diagnosis. Chordoma terjadi pada orang dewasa yang berumur di atas 30 tahun. Tipe ini juga dua kali lebih umum terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Chordoma mempengaruhi kolom tulang belakang di ujung bawah atau ujung atas.

Adapun tipe-tipe tumor tulang yang jinak adalah osteoid osteoma, osteochondroma, enchondroma, dan chondromyxoid fibroma. Sedangkan, tipe giant cell tumor berpotensi menjadi tumor ganas. Seperti halnya tipe-tipe lain dari tumor jinak, tipe-tipe ini tidak bersifat kanker.

Ada dua tipe lain dari kanker yang relative umum dan berkembang di dalam tulang, yaitu lymphoma dan multiple myeloma. Lymphoma adalah kanker yang timbul dari sel-sel sistem imun, biasanya mulai di simpul-simpul getah bening, tapi dapat pula dimulai pada tulang. Sedangkan, Multiple myeloma dimulai di tulang, namun sering tidak dianggap tumor tulang karena berasal dari sel-sel sumsum tulang dan bukan dari sel-sel tulang.

Posted in Kanker Tulang | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Tulang dan Gejalanya

Tubuh manusia memiliki 206 tulang yang mempunyai fungsi berbeda-beda. Fungsi-fungsi tersebut pertama, menyediakan struktur pada tubuh dan membantu menyediakan bentuknya. Otot melekat pada tulang dan mengizinkan manusia untuk bergerak. Tanpa tulang, tubuh manusia akan menjadi timbunan dari jaringan-jaringan lunak tanpa struktur. Artinya, manusia tidak akan mampu berdiri, berjalan, dan bergerak.

Fungsi kedua, membantu melindungi organ-organ yang lebih rentan di dalam tubuh. Misalnya, tulang-tulang dari tengkorak melindungi otak, susunan tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang, dan tulang-tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru.

Fungsi ketiga, mengandung sumsum tulang yang membuat dan menyimpan sel-sel darah baru. Tulang juga membantu dalam mengontrol koleksi tubuh dari berbagai protein dan nutrisi, temasuk kalsium dan fosfor.

Tipe-tipe kanker yang paling umum menyebar ke tulang adalah kanker paru-paru, payudara, prostat, tiroid, dan ginjal. Seseorang bisa menderita kanker di tulangnya karena kanker dari tempat lain di dalam tubuh kemudian menyebar ke tulang. Oleh karena itu, kanker yang muncul dari sel-sel pembentuktulan merupakan kanker yang tidak lazim. Dalam hal iini pula, diperlukan kejelasan apakah kanker di dalam tulang berasal dari tempat lain atau justru kanker dari sel-sel tulang.

Struktur tulang manusia

Gejala-Gejala Kanker Tulang

Gejala yang paling umum dari kanker tulang adalah nyeri. Dalam kebanyakan kasus, gejalanya berangsur-angsur lebih parah seiring berjalannya waktu. Pada awalnya nyeri mungkin hanya terasa di waktu malam atau ketika beraktivitas. Seseorang yang terjangkit kanker tulang mungkin sudah mempunyai gejala-gejala dalam waktu yang lama sebelum mencari nasihat medis.

Dalam beberapa kasus, suatu gumpalan mungkin dirasakan pada tulang atau pada jaringan yang mengelilingi tulang. Tulang-tulang dapat menjadi lemah oleh tumor dan menjurus pada patah tulang setelah seseorang mengalami, misalnya, trauma maupun luka kecil.

Setelah tumor menyebar ke jaringan lain di dalam tubuh, gejala-gejala yang akan timbul adalah demam, menggigil, keringat di waktu malam, dan kehilangan berat badan.

Posted in Kanker Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment